KENDARI – Universitas Mandala Waluya Kendari, khususnya di Portal Utama kampus yang terletak di pusat kota, mengadakan acara berskala besar yang menggabungkan dua aspek pengembangan karakter mahasiswa. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 (FSOM 2026) diselenggarakan pada 15 April 2026, menampilkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, sekaligus menampilkan karya seni budaya yang mencerminkan kekayaan warisan nusantara, khususnya budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Acara yang berlangsung selama tiga hari penuh ini menghadirkan peserta dari seluruh unit kegiatan mahasiswa (UKM), organisasi kemahasiswaan, dan individual atlet yang tersebar di berbagai program studi. Menurut data awal panitia, lebih dari 2.500 mahasiswa terlibat secara aktif baik sebagai peserta, panitia, maupun penonton yang antusias.
Latar Belakang Penyelenggaraan Acara
Penyelenggaraan FSOM 2026 merupakan inisiatif rutin tahunan yang telah menjadi tradisi di Universitas Mandala Waluya sejak 2018. Namun, kali ini acara memiliki kekhususan dengan tema “Bergerak, Berkarya, Berbangga: Mahasiswa Mandala Waluya dalam Dinamika Lokal dan Global.”
Menurut Bapak Dr. Arief Rahmawan, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mandala Waluya, penyelenggaraan acara ini memiliki tujuan strategis yang jelas. “Kami percaya bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek akademik semata. Dimensi karakter, kepemimpinan, dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal adalah pilar penting yang harus diperkuat,” ungkap Dr. Arief dalam pidato pembukaan acara di halaman utama Portal Utama kampus.
Lokasi pengadaan acara di Portal Utama dipilih secara strategis mengingat luas area yang mencukupi serta aksesibilitas yang mudah bagi seluruh civitas akademika Universitas Mandala Waluya. Lokasi ini juga menjadi jantung kampus yang melambangkan kesatuan dan kolaborasi lintas prodi.
Ragam Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
FSOM 2026 menampilkan 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan standar kompetisi yang profesional. Cabang-cabang tersebut mencakup bola voli, bola basket, futsal, sepak bola, badminton, tenis meja, atletik, catur, e-sports, pencak silat, taekwondo, dan bulu tangkis.
Setiap cabang olahraga dikelola oleh panitia khusus yang terdiri dari atlet senior, dosen pembimbing, dan sukarelawan dari kalangan mahasiswa. Sistem poin berlapis diterapkan untuk memastikan kompetisi yang seimbang dan fair.
Peserta dari berbagai program studi berkompetisi dalam divisi putra dan putri. Khusus untuk cabang olahraga tertentu seperti futsal dan bola voli, peserta dibagi berdasarkan tingkat kemampuan untuk memastikan semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi pada prestasi unit kegiatan mereka.
“Kami melihat semangat yang luar biasa dari para atlet kami. Mereka tidak hanya bersaing untuk meraih juara, tetapi juga untuk membawa nama baik program studi dan universitas mereka,” kata Siti Nurhaliza, Ketua Panitia FSOM 2026 yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Olahraga.
Turnamen sepak bola menjadi puncak antusiasme dengan kehadiran lebih dari seribu penonton di lapangan utama Portal Utama. Pertandingan final memperebutkan gelar juara di antara tiga program studi terbaik, yaitu Program Studi Ilmu Keolahragaan, Teknik Informatika, dan Manajemen.
Perayaan Seni dan Budaya Lokal
Selain olahraga, FSOM 2026 juga menghadirkan panggung seni yang menampilkan keragaman ekspresi budaya mahasiswa. Panggung utama di depan ruang rektorat Portal Utama menjadi venue untuk pertunjukan tari tradisional, musik kontemporer, teater, dan fashion show dengan tema “Sulawesi Tenggara dalam Perspektif Generasi Muda.”
Tari tradisional Sulawesi Tenggara seperti tari Cakalele dan tari Saronde ditampilkan dalam format modern yang disusun ulang oleh mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan. Penggabungan elemen tradisional dengan musik kontemporer menciptakan pengalaman estetika yang unik dan menarik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal bukan sesuatu yang statis dan terkunci dalam masa lalu. Budaya adalah entitas yang hidup dan terus berkembang bersama generasi muda. Mahasiswa kami adalah agen perubahan yang membawa budaya lokal ke konteks global,” jelas Dr. Suhardi, M.Sn., Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Mandala Waluya.
Kompetisi band musik lokal juga menjadi bagian integral dari acara ini. Dua puluh band mahasiswa berkompetisi menampilkan karya original maupun cover lagu dengan berbagai genre mulai dari rock, pop, dangdut modern, hingga musik fusion yang menggabungkan instrumen tradisional dengan alat musik modern.
Selain itu, pameran kerajinan tangan dan seni visual ditampilkan di berbagai sudut Portal Utama, menampilkan karya mahasiswa dari Program Studi Seni Rupa, Desain Grafis, dan Arsitektur. Pameran ini menarik perhatian tidak hanya dari civitas akademika tetapi juga masyarakat Kendari yang berkunjung ke kampus.
Mobilisasi dan Partisipasi Mahasiswa
Persiapan FSOM 2026 telah berlangsung selama dua bulan sebelumnya dengan melibatkan puluhan panitia dari berbagai latar belakang akademik. Kolaborasi lintas UKM menciptakan ekosistem yang kaya dengan ide-ide inovatif untuk membuat acara lebih meriah dan bermakna.
Program Studi Manajemen mendapat kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam mengelola acara skala besar ini. Mereka menangani aspek logistik, keuangan, dan publikasi dengan pengawasan dari dosen pembimbing dan pimpinan universitas.
“Dari perspektif akademik, penyelenggaraan acara seperti ini memberikan nilai pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka belajar tentang time management, problem solving, teamwork, dan leadership dalam setting yang nyata dan relevan dengan dunia kerja,” ujar Ibu Dr. Lestari Wijayanti, M.Sc., Ketua Program Studi Manajemen.
Keterlibatan mahasiswa dalam persiapan acara juga mencakup aspek disain grafis, produksi video, dan manajemen media sosial. Tim kreatif dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Desain Grafis memproduksi konten visual yang menarik untuk mempromosikan acara di berbagai platform digital.
Sambutan dan Dukungan Pemimpin Universitas
Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., Rektor Universitas Mandala Waluya, secara pribadi menghadiri acara pembukaan FSOM 2026. Dalam kesempatan tersebut, Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan non-akademik.
“Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan sensitivitas terhadap lingkungan sekitar. Acara seperti ini adalah wadah yang sempurna untuk mengasah kemampuan-kemampuan tersebut,” kata Prof. Bambang dalam sambutan resminya.
Rektor juga mengumumkan adanya peningkatan anggaran untuk pengembangan UKM dan fasilitas olahraga pada tahun akademik 2026/2027. Komitmen ini merupakan respons langsung terhadap antusiasme mahasiswa yang terus meningkat dalam mengikuti kegiatan ekstra kurikuler.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan FSOM 2026 diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Pertama, acara ini memperkuat sense of community dan belonging di antara mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan geografis.
Kedua, penampilan seni dan olahraga dalam satu platform memberikan pesan kuat bahwa universitas menghargai keberagaman bakat dan minat mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri mereka di berbagai bidang.
Ketiga, dari sudut pandang promosi budaya lokal, acara ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya apresiasi dan pelestarian warisan budaya Sulawesi Tenggara. Mahasiswa bukan hanya menjadi penonton pasif tetapi turut menjadi agen aktif dalam revitalisasi budaya lokal.
Keempat, kegiatan ini juga memberikan eksposur positif kepada Universitas Mandala Waluya di tingkat regional dan nasional. Melalui liputan media dan konten digital yang dibagikan, kampus ini dikenal tidak hanya sebagai institusi akademik tetapi juga sebagai pusat pengembangan karakter dan kreativitas mahasiswa.
Penghargaan dan Pengakuan Prestasi
Selama acara berlangsung, serangkaian penghargaan diberikan kepada mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang menunjukkan prestasi luar biasa. Penghargaan ini mencakup kategori olahraga (juara pertama hingga ketiga di setiap cabang), seni (juara band, penari terbaik, karya seni visual terbaik), serta penghargaan khusus untuk spirit dan fair play.
Penghargaan Mahasiswa Berprestasi FSOM 2026 juga diberikan kepada individu yang menunjukkan karakter luar biasa selama persiapan dan pelaksanaan acara. Individu-individu ini dipilih berdasarkan penilaian holistik dari panitia dan pimpinan universitas.
“Penghargaan yang diberikan bukan hanya tentang mengakui prestasi, tetapi juga tentang menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkembang. Setiap penghargaan adalah representasi dari kerja keras, dedikasi, dan semangat yang telah ditunjukkan,” jelas Siti Nurhaliza.
Perspektif Mahasiswa dan Respons Positif
Respons dari mahasiswa terhadap FSOM 2026 sangat positif. Melalui survei cepat yang dilakukan panitia, lebih dari 85 persen responden menyatakan puas atau sangat puas dengan penyelenggaraan acara. Mahasiswa menghargai kesempatan untuk menampilkan bakat mereka dan merayakan keberagaman budaya dalam satu platform.
Adi Pranoto, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang tergabung dalam tim sepak bola kampus, berbagi pengalamannya: “FSOM ini memberikan kesempatan kepada kami untuk tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengembangkan bakat olahraga dan membina persahabatan yang lebih dalam dengan teman-teman dari program studi berbeda. Semangat kompetisi yang sehat membuat semua orang merasa termotivasi.”
Sementara itu, Putri Kusuma, mahasiswa dari Program Studi Seni Pertunjukan yang menampilkan tari tradisional, mengungkapkan kebanggaannya: “Saya sangat senang dapat menampilkan seni budaya lokal kami di panggung yang begitu besar. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga bentuk dedikasi kami terhadap pelestarian budaya Sulawesi Tenggara.”
Penutup dan Harapan untuk Masa Depan
Universitas Mandala Waluya Kendari, melalui penyelenggaraan FSOM 2026 di Portal Utama, telah membuktikan komitmennya terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Acara ini bukan sekadar festival olahraga dan seni, tetapi merupakan ekspresi nyata dari visi universitas untuk menghasilkan lulusan yang komprehensif dan berkontribusi positif pada masyarakat.
Dengan terus mengadakan acara sejenis dan meningkatkan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, Universitas Mandala Waluya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan pengembangan akademik dan non-akademik.
Para pemimpin universitas telah mengisyaratkan bahwa FSOM akan terus diselenggarakan dengan perbaikan dan inovasi berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan ini akan menjadi prioritas dalam perencanaan strategis universitas.
Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, dengan semangat dan kreativitas yang telah ditunjukkan dalam FSOM 2026, membawa harapan bagi masa depan yang lebih cerah. Mereka adalah generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menghargai keberagaman budaya dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 Universitas Mandala Waluya Kendari telah menutup kembali pintu kesempatan bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, merayakan kebersamaan, dan berkontribusi pada revitalisasi budaya lokal. Acara ini, dengan segala kemeriahannya, meninggalkan catatan positif yang akan menginspirasi penyelenggaraan festival serupa di masa depan.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan berbagai pihak yang terlibat dalam FSOM 2026 Universitas Mandala Waluya Kendari pada 15 April 2026.