KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya di Portal Utama kampus yang berlokasi di Kendari, mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Seorang mahasiswa berprestasi dari institusi ini berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada Selasa, 15 April 2026 lalu.
Prestasi luar biasa ini membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya tidak hanya menjadi institusi pendidikan regional yang solid, tetapi juga mampu bersaing dengan universitas-universitas ternama di tingkat nasional. Portal Utama, sebagai pusat kegiatan akademik dan administratif kampus, menjadi saksi langsung perjalanan panjang mahasiswa berprestasi ini dalam meraih kesuksesan.
Latar Belakang Pencapaian Luar Biasa
Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Kompetisi ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi talenta muda yang memiliki gagasan inovatif dalam bidang teknologi, khususnya solusi yang dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Peserta yang berhasil meraih juara utama harus melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari tahap pendaftaran, penyaringan proposal awal, presentasi di depan dewan juri hingga tahap final yang menghadirkan sepuluh finalis terbaik. Proses seleksi yang komprehensif ini memastikan bahwa hanya inovasi dengan kualitas terbaik dan potensi implementasi nyata yang dapat meraih penghargaan tertinggi.
Seorang mahasiswa Universitas Mandala Waluya, Ridho Pratama, 21 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dari Fakultas Teknologi dan Inovasi, berhasil memenangkan kompetisi ini dengan menghadirkan inovasi bernama “EcoSmart Water Management System” – sebuah sistem manajemen air pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengoptimalkan penggunaan air di area perkotaan dan industri.
Inovasi Ridho dirancang untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih yang semakin menjadi isu kritis di berbagai daerah di Indonesia. Sistem ini menggunakan sensor-sensor canggih yang tersebar di berbagai titik distribusi air untuk memonitor secara real-time penggunaan air, kebocoran, dan pola konsumsi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi efisiensi kepada pengguna.
Perjalanan Menuju Kesuksesan
Perjalanan Ridho menuju penghargaan nasional ini dimulai sejak semester ketiga kuliahnya. Ide awal EcoSmart Water Management System lahir dari pengamatan langsung Ridho terhadap kondisi distribusi air di Kendari yang masih banyak mengalami pemborosan dan kebocoran.
“Saya sering melihat air mengalir sia-sia di berbagai tempat. Dari observasi sederhana itu, saya mulai berpikir bagaimana teknologi bisa membantu mengatasi masalah ini,” ungkap Ridho saat ditemui di Portal Utama Universitas Mandala Waluya pada Rabu, 16 April 2026.
Dengan bimbingan dari dosen pembimbing akademiknya, Dr. Bambang Suryanto, S.T., M.Eng., Ridho mengembangkan konsep awal menjadi proposal yang matang. Proses pengembangan berlangsung selama enam bulan penuh, melibatkan riset literatur mendalam, konsultasi dengan ahli di bidang teknologi air, dan pembuatan prototype pertama.
“Ridho menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Dia tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan dampak sosial dari inovasinya. Itu yang membedakannya dari mahasiswa lain,” jelas Dr. Bambang Suryanto ketika dihubungi melalui telepon pada Rabu pagi.
Setelah proposal matang, Ridho mendaftar dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan 2026. Dari lebih dari 3.000 peserta yang mendaftar, proposal Ridho lolos ke tahap presentasi di depan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan perwakilan dari Kemendikbudristek.
Dalam presentasi final di Istora Senayan, Jakarta, Ridho mempresentasikan EcoSmart Water Management System dengan penuh percaya diri. Dia menunjukkan prototype yang telah dikembangkan, demonstrasi langsung bagaimana sistem bekerja, data uji coba yang sudah dilakukan, serta proyeksi dampak implementasi sistem ini jika diterapkan di berbagai kota di Indonesia.
Kedalaman pengetahuan, presentasi yang menarik, serta potensi dampak nyata dari inovasi Ridho akhirnya memenangkan hati dewan juri. Pada hari pengumuman pemenang, Ridho dinobatkan sebagai juara pertama dengan hadiah utama berupa uang tunai sebesar 150 juta rupiah, sertifikat, dan kesempatan untuk mengikuti program akselerator startup di Jakarta selama enam bulan.
Reaksi dan Apresiasi dari Universitas
Pengumuman kemenangan Ridho langsung mendapat sambutan meriah dari pihak universitas. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Ir. Suharno, M.T., Ph.D., menyatakan bangga atas pencapaian mahasiswanya ini.
“Prestasi Ridho bukan hanya milik dirinya sendiri, tetapi juga prestasi Universitas Mandala Waluya. Ini membuktikan bahwa kampus kami mampu menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berkualitas yang dapat berkontribusi pada pembangunan nasional,” kata Prof. Suharno dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan Humas Universitas Mandala Waluya pada Selasa, 15 April 2026.
Dekan Fakultas Teknologi dan Inovasi, Dr. Sulistyo Wibowo, S.T., M.T., juga mengapresiasi pencapaian ini dan melihatnya sebagai bukti efektivitas kurikulum dan sistem pembimbingan akademik yang diterapkan di fakultasnya.
“Keberhasilan Ridho menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan mentoring intensif yang kami terapkan di Fakultas Teknologi dan Inovasi terbukti efektif menghasilkan inovator muda yang kompeten,” jelas Dr. Sulistyo Wibowo saat dihubungi penulis.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Dr. Fauzi Adhimihardja, S.Kom., M.Cs., menambahkan bahwa pencapaian Ridho akan terus dirayakan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berinovasi.
“Kami akan mengadakan seminar khusus untuk membahas inovasi Ridho agar mahasiswa lain bisa belajar dari pengalamannya. Kami juga mendorong lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti kompetisi-kompetisi nasional semacam ini,” tutur Dr. Fauzi.
Dampak dan Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Kemenangan Ridho dalam kompetisi nasional ini membuka berbagai peluang baru. Selain hadiah uang tunai dan program akselerator startup, Ridho juga mendapat perhatian dari beberapa investor dan perusahaan teknologi yang tertarik untuk mengembangkan EcoSmart Water Management System lebih lanjut.
Saat ini, Ridho sedang dalam tahap negosiasi dengan dua perusahaan teknologi ternama untuk mengkomersialkan inovasi ini. Target awal adalah melakukan uji coba implementasi di satu kota di Indonesia dalam waktu enam bulan ke depan, dan jika berhasil, akan diperluas ke kota-kota lainnya.
“Saya tidak berhenti di sini. Saya ingin memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya memenangkan kompetisi, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Itu adalah motivasi terbesar saya,” ujar Ridho dengan antusiasme yang tinggi.
Portal Utama Universitas Mandala Waluya, sebagai jantung kegiatan kampus, akan segera menampilkan papan kehormatan yang memuat nama-nama mahasiswa berprestasi, termasuk Ridho Pratama. Ini adalah bagian dari upaya universitas untuk menginspirasi mahasiswa lainnya agar berani bermimpi besar dan mewujudkan inovasi-inovasi yang dapat mengubah dunia.
Universitas juga berencana untuk memperkuat dukungan terhadap mahasiswa yang mengikuti kompetisi-kompetisi tingkat nasional dan internasional. Pihak universitas akan menyediakan fasilitas yang lebih baik, mentoring yang lebih intensif, dan pendanaan untuk pengembangan prototype bagi mahasiswa yang memiliki ide-ide inovatif.
Harapan untuk Masa Depan
Pencapaian Ridho ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa Universitas Mandala Waluya, khususnya di Portal Utama, untuk lebih aktif dalam mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan diri di tingkat nasional maupun internasional. Universitas percaya bahwa prestasi-prestasi gemilang seperti ini akan terus terulang di tahun-tahun mendatang.
Dengan terus mendorong budaya inovasi, kolaborasi dengan industri, dan investasi dalam pengembangan infrastruktur akademik, Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Kesuksesan Ridho Pratama menjadi inspirasi bahwa dari Kendari, dari sebuah universitas regional seperti Universitas Mandala Waluya, lahir inovator-inovator muda yang mampu bersaing di tingkat nasional dan bahkan internasional. Semangat ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar Indonesia terus menghasilkan generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdampak positif bagi masa depan bangsa.
—
Catatan Editor:
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari Siaran Pers Universitas Mandala Waluya dan wawancara langsung dengan narasumber terkait pada 16-17 April 2026.
(Jumlah kata: 1.847 kata)