Kendari – Universitas Mandila Waluya, institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, merayakan pencapaian signifikan dengan meraih status Akreditasi Institusional A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pengumuman resmi ini dilakukan pada Jumat, 13 April 2026, menandai babak baru dalam perjalanan peningkatan mutu akademik kampus yang berlokasi strategis di Portal Utama, Kendari.
Pencapaian ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan hasil dari kerja keras berkelanjutan seluruh civitas akademika Universitas Mandila Waluya selama bertahun-tahun. Akreditasi Institusional A, peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional, membuktikan bahwa institusi telah memenuhi standar kualitas pendidikan yang ketat dan komprehensif dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen, pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Perjalanan Menuju Akreditasi A
Perjalanan menuju akreditasi institusional tertinggi dimulai sejak lima tahun lalu ketika Universitas Mandila Waluya secara serius merumuskan strategi peningkatan mutu holistik. Pada tahun 2021, kampus masih memiliki akreditasi B, status yang memberikan momentum untuk melakukan introspeksi dan perbaikan menyeluruh. Sejak saat itu, pimpinan universitas menginisiasi program-program strategis yang dirancang untuk menciptakan ekosistem akademik yang lebih kuat dan terukur.
“Kami memulai dengan melakukan audit internal yang sangat mendalam terhadap semua aspek operasional kampus,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandila Waluya, dalam konferensi pers khusus yang digelar di Aula Utama kampus, Senin kemarin. “Dari sana, kami identifikasi gap-gap yang perlu ditutup, baik dalam hal sumber daya manusia, infrastruktur, maupun sistem manajemen akademik.”
Strategi peningkatan mutu yang diterapkan Universitas Mandila Waluya mencakup beberapa pilar utama. Pertama, peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program doktor dan sertifikasi internasional. Universitas mengalokasikan dana khusus untuk mendukung dosen melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama program doktor di universitas-universitas bereputasi baik di dalam maupun luar negeri. Hasilnya, persentase dosen bersertifikat S3 meningkat dari 32% menjadi 58% dalam lima tahun terakhir.
Kedua, infrastruktur akademik dan fasilitas penelitian diperkuat secara signifikan. Universitas Mandila Waluya membangun laboratorium-laboratorium modern, perpustakaan digital yang terintegrasi, dan pusat-pusat penelitian unggulan yang fokus pada isu-isu lokal Sulawesi Tenggara. Investasi dalam teknologi informasi juga menjadi prioritas, dengan digitalisasi seluruh sistem administrasi akademik dan pembelajaran daring yang robust.
“Kami tidak hanya menambah ruangan atau peralatan semata, tetapi memastikan setiap fasilitas yang ada digunakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran mahasiswa,” jelas Dr. Nur Azizah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Penguatan Sistem Manajemen dan Governance
Pilar ketiga dari strategi peningkatan mutu adalah perbaikan sistem manajemen dan governance. Universitas Mandila Waluya mengadopsi standar-standar manajemen mutu internasional dan mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal yang komprehensif. Setiap program studi diwajibkan melakukan evaluasi pembelajaran (learning outcomes assessment) secara berkala dan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk perbaikan berkelanjutan.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan hanya sertifikat di dinding, tetapi komitmen berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas,” ujar Ir. Mohammad Hidayat, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan. “Setiap tahun, kami menetapkan target-target peningkatan yang terukur dan transparan, kemudian melakukan monitoring ketat terhadap pencapaiannya.”
Sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang diterapkan Universitas Mandila Waluya melibatkan seluruh tingkatan organisasi, dari senat akademik hingga program studi individual. Sistem ini mencakup perencanaan akademik yang matang, evaluasi diri secara berkala, audit internal, dan tindakan perbaikan yang terukur. Transparansi juga menjadi kunci, dengan laporan hasil evaluasi dan perbaikan dipublikasikan secara terbuka kepada stakeholder.
Peningkatan Riset dan Publikasi Internasional
Salah satu kriteria penting dalam penilaian akreditasi institusional adalah kontribusi penelitian dan publikasi ilmiah. Universitas Mandila Waluya telah melakukan upaya signifikan untuk meningkatkan kultur riset di kampus. Jumlah penelitian yang didanai secara institusional meningkat 300% dalam lima tahun terakhir, dengan fokus khusus pada penelitian yang relevan dengan pembangunan Sulawesi Tenggara.
“Kami melihat potensi besar di bidang riset maritim, pertanian berkelanjutan, dan energi terbarukan di Sulawesi Tenggara,” kata Prof. Dr. Siti Rahmawati, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. “Publikasi internasional dari dosen dan mahasiswa kami di jurnal-jurnal indexed meningkat dari rata-rata 50 artikel per tahun menjadi lebih dari 200 artikel per tahun.”
Peningkatan ini tidak berdiri sendiri, tetapi didukung oleh berbagai kebijakan institusional, termasuk insentif bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan karya di jurnal internasional bersertifikat, fasilitasi pengurusan HKI (Hak Kekayaan Intelektual), dan kerjasama penelitian dengan universitas-universitas terkemuka nasional dan internasional.
Partisipasi dalam Program Pengabdian Masyarakat
Dimensi pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus peningkatan mutu. Universitas Mandila Waluya telah mengembangkan berbagai program pengabdian yang berdampak langsung pada komunitas lokal, mulai dari program pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Universitas bukan sekadar institusi akademik, tetapi aktor penting dalam pembangunan daerah,” tegas Prof. Bambang Sutrisno. “Kami bangga bahwa akreditasi A ini juga mencerminkan komitmen kami untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya.”
Program pengabdian masyarakat Universitas Mandila Waluya kini melibatkan lebih dari 1.200 mahasiswa dan 300 dosen setiap tahunnya, yang tersebar di berbagai desa dan komunitas di Sulawesi Tenggara. Dampak sosial dari program-program ini telah diukur melalui pendekatan monitoring dan evaluasi yang rigorous.
Respons Positif dan Harapan ke Depan
Pencapaian akreditasi A mendapat sambutan meriah dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mitra industri merayakan pencapaian ini sebagai hasil kerja kolaboratif yang berkelanjutan.
“Ini adalah bukti bahwa dedikasi dan kerja keras seluruh keluarga besar Universitas Mandila Waluya membuahkan hasil. Saya bangga menjadi bagian dari institusi yang terus berkembang dan meningkatkan standar kualitasnya,” ungkap Siti Nurhaliza, seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang saat ini menjalankan kerja praktik di perusahaan teknologi terkemuka.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara pun memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Gubernur melalui surat resmi menyatakan bahwa akreditasi A Universitas Mandila Waluya merupakan kebanggaan bersama dan akan terus mendukung pengembangan institusi ini sebagai pusat pendidikan tinggi yang berkontribusi pada pembangunan daerah.
Ke depannya, Universitas Mandila Waluya tidak akan berhenti pada pencapaian ini. Pimpinan universitas telah menetapkan visi jangka panjang untuk meningkatkan status menjadi universitas riset (research university) dan meraih pengakuan internasional yang lebih luas. Program-program baru dalam hal penguatan internasionalisasi, kemitraan global, dan inovasi pendidikan sedang dalam tahap persiapan.
“Akreditasi A adalah pencapaian penting, namun bukan tujuan akhir,” tekankan Prof. Bambang Sutrisno dalam penutup konferensi pers. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan standar kualitas, dan menjadi kontributor nyata bagi pembangunan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh civitas akademika dan stakeholder yang telah mendukung perjalanan kami.”
Implikasi Akreditasi A bagi Stakeholder
Akreditasi Institusional A membawa implikasi positif bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, status ini memberikan jaminan bahwa mereka belajar di institusi yang telah memenuhi standar kualitas tertinggi, yang akan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Bagi dosen, akreditasi ini memberikan legitimasi dan pengakuan atas usaha profesionalisasi mereka. Bagi industri dan dunia kerja, akreditasi A menjadi jaminan bahwa lulusan Universitas Mandila Waluya memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri.
Tidak kurang pentingnya, akreditasi ini juga membuka peluang baru bagi kolaborasi dan kerjasama dengan institusi-institusi pendidikan tinggi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa universitas terkemuka di luar negeri telah menunjukkan minat untuk menjalin program pertukaran mahasiswa dan peneliti dengan Universitas Mandila Waluya.
Penutup
Pencapaian Universitas Mandila Waluya dalam meraih Akreditasi Institusional A pada 13 April 2026 menandai babak baru dalam sejarah institusi pendidikan tinggi di Kendari. Ini bukan hanya sekedar pencapaian administratif, tetapi cerminan dari komitmen mendalam untuk menciptakan ekosistem akademik yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan fondasi yang kuat ini, Universitas Mandila Waluya siap menghadapi tantangan masa depan dan terus menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari pendidikan berkualitas di Sulawesi Tenggara.
—
Kontak untuk informasi lebih lanjut: Humas Universitas Mandila Waluya, Jl. Sultan Hasanuddin No. 45, Portal Utama, Kendari, Telp. (0401) 3282-xxxx