KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) resmi meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas terpadu di kawasan Portal Utama kampus, Rabu (9/4/2026). Mega proyek senilai Rp 287 miliar ini menjadi komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sarana akademik dan mendukung pengalaman belajar mahasiswa yang lebih optimal.
Peresmian proyek dihadiri langsung oleh Rektor UMW Prof. Dr. Ir. Harun Syahputra, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Sarana dan Prasarana Dr. Bambang Sutrisno, S.T., M.T., serta jajaran pimpinan universitas dan sejumlah pemangku kepentingan lokal. Acara yang berlangsung di aula Portal Utama ini menandai dimulainya fase konstruksi yang akan mengubah wajah kampus secara signifikan.
“Kami sangat antusias menghadirkan proyek transformasi infrastruktur ini. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi untuk masa depan mahasiswa kami dan reputasi akademik UMW di tingkat nasional dan internasional,” ujar Prof. Harun dalam sambutannya.
Latar Belakang Pentingnya Proyek
Universitas Mandala Waluya, yang didirikan pada 1987, telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. Dengan lebih dari 12.000 mahasiswa aktif yang tersebar di 10 fakultas, permintaan akan fasilitas berkualitas tinggi terus meningkat. Namun, infrastruktur yang ada mulai menunjukkan keterbatasan dalam mengakomodasi pertumbuhan akademik tersebut.
Studi kelayakan yang dilakukan oleh konsultan independen pada 2024-2025 mengidentifikasi beberapa kebutuhan mendesak di kawasan Portal Utama, yaitu area yang menjadi pintu masuk utama kampus. Area seluas 15 hektare ini memiliki posisi strategis namun infrastrukturnya belum sepenuhnya mendukung fungsi akademik modern.
“Ketika saya pertama kali menjadi rektor lima tahun lalu, saya melihat bahwa Portal Utama adalah wajah kampus kami. Namun, kondisinya belum mencerminkan standar universitas berkelas dunia yang ingin kami raih,” ungkap Prof. Harun saat diwawancarai seusai peresmian proyek.
Skop Proyek Pembangunan yang Komprehensif
Mega proyek ini dirancang dengan visi holistik untuk menciptakan ekosistem kampus yang terintegrasi. Berdasarkan dokumen rencana yang diperoleh media, proyek tersebut mencakup beberapa komponen utama.
Pertama, pembangunan gedung perpustakaan modern bertingkat delapan dengan total luas 28.000 meter persegi. Fasilitas perpustakaan baru akan dilengkapi dengan sistem automasi peminjaman terkini, ruang baca digital dengan 500 terminal komputer, area kolaborasi interaktif, serta koleksi buku yang diproyeksikan mencapai dua juta judul dalam tiga tahun beroperasi.
Kedua, konstruksi tiga blok gedung akademik multifungsi dengan luas gabungan 42.000 meter persegi. Gedung ini dirancang dengan konsep green building dan akan menampung ruang kuliah, laboratorium, dan studio desain dengan fasilitas teknologi terkini. Setiap ruang kuliah dilengkapi dengan sistem audiovisual 4K dan koneksi internet berkecepatan tinggi.
Ketiga, pembangunan pusat olahraga dan rekreasi seluas 12.000 meter persegi yang mencakup lapangan indoor multifungsi, fasilitas gym modern, kolam renang standar olimpik, dan area wellness. Fasilitas ini terbuka tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga komunitas umum sebagai bagian dari komitmen UMW terhadap tanggung jawab sosial.
Keempat, modernisasi plaza dan area publik di Portal Utama dengan luas 8.000 meter persegi, lengkap dengan taman hijau, jalur pedestrian ramah lingkungan, dan instalasi seni publik yang menampilkan karya seniman lokal Kendari.
Kelima, pembangunan sistem utilitas terpadu termasuk pabrik air bersih berkapasitas 500 ton per hari, sistem pembangkit listrik tenaga surya dengan daya 500 kilowatt peak, dan infrastruktur manajemen limbah terintegrasi.
Teknologi dan Desain Berkelanjutan
Dr. Bambang Sutrisno, Wakil Rektor Bidang Sarana dan Prasarana, menjelaskan bahwa desain keseluruhan proyek mengutamakan sustainability dan efisiensi energi. “Semua bangunan yang kami bangun akan bersertifikat GREENSHIP dan menggunakan material ramah lingkungan. Kami juga berkomitmen untuk carbon-neutral operations dalam lima tahun ke depan,” katanya.
Arsitek utama proyek, Ir. Cecilia Wijaya dari firma desain Mandala Architects Jakarta, menerangkan konsep desain yang menggabungkan elemen arsitektur lokal Sulawesi Tenggara dengan standar internasional. “Kami ingin menciptakan kampus yang tidak hanya modern tetapi juga memiliki identitas lokal yang kuat. Perpustakaan kami, misalnya, terinspirasi dari bentuk rumah tradisional Buton, tetapi dengan teknologi perpustakaan masa depan,” jelas Cecilia dalam presentasinya.
Investasi pada teknologi smart campus juga menjadi fokus utama. Seluruh area Portal Utama akan dilengkapi dengan Internet of Things (IoT) untuk monitoring real-time konsumsi energi, keamanan, dan manajemen fasilitas. Mahasiswa akan dapat mengakses informasi kampus melalui aplikasi mobile yang terintegrasi dengan sistem manajemen akademik.
Jadwal Pelaksanaan dan Target Penyelesaian
Proyek ini dibagi menjadi empat fase dengan timeline yang ketat. Fase pertama (April 2026 – Desember 2026) mencakup persiapan lahan, mobilisasi peralatan, dan dimulainya konstruksi gedung perpustakaan serta gedung akademik blok A. Fase kedua (Januari 2027 – Juni 2027) meliputi lanjutan konstruksi dan penyelesaian struktur utama.
“Kami menargetkan seluruh proyek selesai pada semester awal tahun akademik 2027-2028. Ini adalah timeline yang sangat ketat, tetapi dengan perencanaan yang matang dan kontrol kualitas yang ketat, kami yakin dapat mencapainya,” tegas Dr. Bambang.
Pelaksanaan proyek ditangani oleh consortium contractor nasional yang dipimpin oleh PT. Wijaya Karya Konstruksi dengan mitra lokal PT. Sulawesi Bangun Persada. Kontrak disertai dengan klausul penalty jika terjadi keterlambatan dan bonus jika proyek selesai lebih cepat dari jadwal.
Dampak Ekonomi dan Sosial Lokal
Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (APKINDO) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Muh. Ridwan, menyambut baik inisiatif UMW ini. “Proyek sebesar ini akan memberikan dampak multiplier yang signifikan untuk ekonomi lokal. Diproyeksikan akan tercipta 2.500 tenaga kerja selama masa konstruksi, dan 60 persen di antaranya akan berasal dari lokal Kendari,” ujarnya.
Universitas juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah UMKM lokal untuk penyediaan material dan jasa. Direktur Pengembangan Bisnis UMW, Ir. Syamsul Alam, M.B.A., mengatakan bahwa kebijakan procurement UMW memprioritaskan supplier lokal yang memenuhi standar kualitas.
“Kami ingin proyek ini tidak hanya bermanfaat untuk kampus tetapi juga untuk pengembangan ekonomi Kendari secara lebih luas. Kami telah mengidentifikasi 47 UMKM yang akan terlibat dalam proyek ini, mulai dari penyediaan material bangunan, jasa cleaning service, hingga layanan katering untuk pekerja konstruksi,” jelas Syamsul.
Aspirasi Mahasiswa dan Dampak Akademik
Survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset UMW terhadap 1.500 mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proyek ini. Sebanyak 91 persen mahasiswa menyatakan bahwa fasilitas modern akan meningkatkan motivasi belajar mereka.
Ketua Senat Mahasiswa UMW, Muhammad Aziz Al-Farisi, mahasiswa Fakultas Teknik tingkat tiga, mengungkapkan harapan mahasiswa. “Kami tunggu-tunggu fasilitas seperti ini. Perpustakaan yang bagus, laboratorium modern, dan area olahraga akan membuat kampus lebih nyaman. Ini juga akan meningkatkan daya saing kampus kita dengan universitas lain di Indonesia,” katanya.
Para akademisi juga melihat potensi besar dari infrastruktur baru ini. Prof. Dr. Siti Nur Azizah, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, mengatakan bahwa laboratorium baru akan memungkinkan penelitian level internasional. “Dengan fasilitas yang memadai, kami dapat mengajukan lebih banyak proposal penelitian ke BRIN dan Kementerian Pendidikan. Ini akan meningkatkan reputasi akademik kami dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.”
Tantangan dan Mitigasi
Meskipun optimis, pihak universitas juga mengakui adanya tantangan. Kondisi cuaca ekstrem selama musim hujan dan tingginya curah hujan di Kendari menjadi salah satu risiko. Namun, desain infrastruktur telah mempertimbangkan aspek ini dengan sistem drainase yang canggih dan material yang tahan terhadap kelembaban tinggi.
“Kami juga telah melakukan studi geoteknik mendalam untuk memastikan fondasi bangunan dapat menopang struktur dengan aman. Selain itu, ada contingency fund sebesar 15 persen dari total budget untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga,” tambah Dr. Bambang.
Dukungan dari Pemerintah Lokal
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan Tinggi memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Kepala Dinas, Dra. Hj. Sitti Rahma, M.Pd., menyatakan bahwa proyek UMW sejalan dengan visi provinsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Universitas Mandala Waluya adalah institusi pendidikan terkemuka di kawasan timur Indonesia. Investasi pada infrastruktur ini akan meningkatkan kapasitas UMW untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya,” ujar Sitti Rahma.
Pemerintah Kota Kendari juga memberikan kemudahan administratif dan perizinan untuk memperlancar pelaksanaan proyek.
Visi Jangka Panjang
Prof. Harun menekankan bahwa proyek Portal Utama adalah bagian dari roadmap transformasi digital dan akselerasi akademik UMW hingga 2035. “Dalam 10 tahun ke depan, kami ingin UMW menjadi top 5 universitas di Indonesia dan masuk 500 besar universitas dunia. Proyek ini adalah fondasi yang penting untuk mewujudkan visi ambisius tersebut,” ujar Prof. Harun dengan penuh determinasi.
Universitas juga sedang menyiapkan master plan untuk pengembangan area akademik lainnya, termasuk kampus satelit di kawasan industri Wua-Wua. Rencana ini akan dilaksanakan dalam fase kedua transformasi infrastruktur dalam lima tahun ke depan.
Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Portal Utama Universitas Mandala Waluya menandai komitmen serius institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas akademik. Dengan investasi Rp 287 miliar dan timeline penyelesaian yang ambisius, UMW membuktikan bahwa universitas lokal mampu bersaing dengan institusi pendidikan terkemuka lainnya.
Dampak yang diharapkan tidak hanya terasa dalam lingkungan kampus tetapi juga secara lebih luas bagi ekonomi dan pembangunan Kendari. Dengan rencana yang matang, dukungan stakeholder, dan komitmen yang kuat, proyek mega ini diproyeksikan akan menjadi model pengembangan kampus yang berkelanjutan dan inklusif.
Kini tinggal menunggu sejauh mana UMW dapat mempertahankan momentum ini dan mewujudkan semua aspirasi yang telah dicanangkan pada peresmian spektakuler hari ini.
—
Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Sumber: Humas Universitas Mandala Waluya dan wawancara langsung