KENDARI – Universitas Mandala Waluya, melalui Portal Utama kampusnya yang terletak di jantung kota Kendari, resmi menggelar serangkaian kegiatan akademik prestisius pada hari Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung sepanjang hari tersebut mencakup seminar, webinar, dan kuliah umum dengan menghadirkan para ahli dan praktisi terkemuka dari berbagai negara, menciptakan momentum akademik yang luar biasa bagi seluruh civitas akademika.
Inisiatif ini merupakan komitmen nyata Universitas Mandala Waluya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan global. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara berkaliber internasional, universitas ini berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Rangkaian Kegiatan yang Komprehensif
Kegiatan akademik yang diselenggarakan pada 7 April 2026 lalu dirancang dengan matang oleh tim akademik Universitas Mandala Waluya untuk menjangkau berbagai program studi dan minat mahasiswa. Seminar pagi dimulai pukul 09.00 WITA dengan topik “Transformasi Digital dan Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia di Era Society 5.0” yang menghadirkan Dr. Ahmad Supriyanto, seorang pakar ekonomi digital dari Universitas Indonesia, serta Prof. Margaret Chen, professor bidang teknologi informasi dari National Taiwan University.
Sesi seminar pertama ini diadakan di Aula Utama Portal Kampus Universitas Mandala Waluya dengan kapasitas 800 peserta dan berhasil menarik perhatian mahasiswa dari berbagai tingkat, mulai dari tahun pertama hingga mahasiswa yang sedang menulis skripsi. Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya kursi penonton dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab berlangsung.
“Kami melihat bahwa kehadiran pembicara internasional sangat penting untuk memberikan perspektif global kepada mahasiswa kami. Mereka perlu memahami bahwa dunia profesional tidak hanya terbatas pada konteks lokal, tetapi juga memerlukan pemahaman mendalam tentang tren global,” ungkap Dr. Ahmad Supriyanto ketika ditemui usai seminar.
Selanjutnya, pada pukul 11.30 WITA, universitas menyelenggarakan webinar interaktif dengan judul “Entrepreneurship dan Inovasi Sosial di Asia Tenggara” yang dihadiri oleh empat pembicara tamu dari berbagai negara. Webinar ini dapat diakses oleh mahasiswa baik secara offline melalui ruang-ruang viewing yang disediakan di berbagai gedung, maupun secara online melalui platform streaming resmi universitas.
Pembicara webinar mencakup Ibu Siti Nurhaliza Wijaya, seorang entrepreneur sukses dari Jakarta yang telah membangun tiga startup unicorn; Mr. James Mitchell, founder dari sebuah organisasi sosial teknologi berbasis di Singapura; Ms. Nguyen Thi Linh, pengusaha muda dari Vietnam yang fokus pada sustainable fashion; serta Dr. Budi Hartono, profesor entrepreneurship dari Universitas Mandala Waluya sendiri.
Kuliah Umum dan Sesi Khusus Mahasiswa
Puncak dari rangkaian kegiatan akademik ini adalah kuliah umum bertajuk “Membangun Karir Bermakna di Tengah Ketidakpastian Global” yang diselenggarakan pada pukul 14.00 WITA di Gedung Serbaguna Portal Utama. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Robert H. Williams, seorang profesor emeritus dari Harvard University yang telah mendedikasikan lebih dari 40 tahun dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan pengembangan karir profesional.
Prof. Williams, dalam paparannya yang berlangsung selama 90 menit, memberikan insights mendalam tentang bagaimana generasi muda dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah dengan cepat. Beliau menekankan pentingnya soft skills, adaptabilitas, dan continuous learning sebagai tiga pilar utama kesuksesan karir di masa depan.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat relevan dan mendalam, yang menunjukkan mereka tidak hanya mendengarkan tetapi benar-benar berpikir kritis tentang materi yang disampaikan,” ujar Prof. Williams, dilaporkan oleh tim komunikasi universitas.
Selain kuliah umum utama, universitas juga menyelenggarakan lima sesi workshop paralel yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan mahasiswa dari berbagai fakultas. Workshop-workshop tersebut meliputi:
1. Workshop “Digital Marketing dan Social Media Strategy” untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis, yang dipimpin oleh Ms. Lisa Anderson, seorang digital marketing consultant dari Melbourne, Australia.
2. Workshop “Sustainable Design dan Green Technology” untuk mahasiswa Fakultas Teknik dan Arsitektur, yang dipandu oleh Eng. Carlos Rodriguez dari Universidad Autónoma de Madrid, Spanyol.
3. Workshop “Penelitian Sosial dan Community Development” untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, yang diampu oleh Dr. Patricia Okafor, professor dari University of Lagos, Nigeria.
4. Workshop “Healthcare Innovation dan Telemedicine” untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, yang dipimpin oleh Dr. Muhammad Aslam dari King Saud University, Arab Saudi.
5. Workshop “Creative Writing dan Digital Storytelling” untuk mahasiswa Fakultas Sastra dan Seni, yang dipandu oleh Prof. Elena Rossi, seorang penulis dan profesor dari Università di Roma, Italia.
Persiapan dan Dukungan Institusional
Keberhasilan penyelenggaraan acara akademik skala besar ini tidak dapat dilepaskan dari persiapan matang yang dilakukan oleh berbagai divisi di Universitas Mandala Waluya. Rektor universitas, Prof. Dr. H. Muh. Saleh Palliwang, M.Sc., dalam sambutan pembukaan acara pada pukul 08.45 WITA, menyatakan komitmen institusi terhadap pengembangan akademik berkelanjutan.
“Universitas Mandala Waluya memahami bahwa peran universitas bukan hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan wawasan global pada setiap mahasiswa. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu strategi kami untuk mencapai visi tersebut,” papar Prof. Saleh Palliwang dengan antusias.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Ir. Rina Kusumastuti, M.T., menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional universitas. “Kami telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 50 universitas mitra di berbagai negara. Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk memperdalam hubungan tersebut dan membuka peluang mobilitas mahasiswa, pertukaran akademik, dan penelitian kolaboratif,” jelasnya.
Dukungan teknis dan logistik diberikan oleh berbagai unit di universitas, mulai dari Biro Administrasi Akademik, Direktorat Kemahasiswaan, Pusat Teknologi Informasi, hingga tim keamanan dan kebersihan kampus. Panitia penyelenggaraan, yang diketuai oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Pelatihan, Prof. Dr. H. Tamrin Tomagola, M.Pd., berhasil mengkoordinasikan lebih dari 200 orang panitia dari berbagai latar belakang untuk memastikan kelancaran acara.
Respons Mahasiswa dan Dampak Akademik
Antusiasme mahasiswa terhadap rangkaian kegiatan akademik ini sangat tinggi. Dari data pendaftaran, terdapat lebih dari 3.500 mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti minimal satu acara dari serangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum tersebut. Angka ini melampaui kapasitas yang awalnya direncanakan, sehingga panitia harus menambah ruang-ruang alternatif dengan fasilitas live streaming.
Sinta Wijayanti, mahasiswa semester VI dari Program Studi Manajemen Bisnis, mengungkapkan kesan positifnya terhadap acara ini. “Saya sangat mendapatkan manfaat dari kuliah umum Prof. Williams. Beliau memberikan perspektif baru tentang bagaimana saya seharusnya mempersiapkan karir di masa depan. Terutama, beliau menekankan pentingnya membangun personal brand dan networking sejak masih mahasiswa. Saya sudah membuat rencana untuk meningkatkan aktivitas saya di berbagai organisasi dan komunitas,” ujar Sinta dengan semangat.
Pendapat serupa disampaikan oleh Ardi Gunawan, mahasiswa tahun pertama dari Program Studi Teknik Informatika. “Workshop tentang digital marketing membuka mata saya tentang bagaimana teknologi dan bisnis saling berkaitan. Saya sekarang berpikir untuk mengkhususkan diri saya pada intersection antara teknologi dan business strategy,” katanya.
Dari perspektif akademik, para dosen juga melihat nilai tambah signifikan dari kehadiran para pembicara internasional ini. Dr. Hendra Wijaya, seorang profesor bidang manajemen dari Fakultas Bisnis, bercerita bahwa mahasiswanya menunjukkan motivasi yang jauh lebih tinggi untuk berdiskusi tentang materi pembelajaran setelah mendengarkan perspektif dari para praktisi internasional.
“Ada efek multiplier yang sangat positif. Mahasiswa menjadi lebih termotivasi untuk menggali lebih dalam tentang materi pembelajaran mereka, dan mereka mulai melihat relevansi langsung antara teori yang kami ajarkan dengan praktik nyata di industri,” ungkap Dr. Hendra.
Kolaborasi Internasional dan Rencana Lanjutan
Kegiatan akademik pada 7 April 2026 ini juga membuka pintu untuk kolaborasi yang lebih dalam dengan institusi-institusi internasional. Beberapa pembicara tamu telah menyatakan minat untuk mengembangkan program pertukaran mahasiswa, joint research projects, dan double degree programs bersama Universitas Mandala Waluya.
Prof. Margaret Chen dari National Taiwan University, misalnya, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) awal untuk mengembangkan program penelitian bersama di bidang artificial intelligence dan machine learning. Sementara itu, Prof. Robert H. Williams dari Harvard University telah berkomitmen untuk menjadi mentor dari tiga mahasiswa berprestasi Universitas Mandala Waluya dalam program mentoring jarak jauh selama dua tahun ke depan.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama Internasional, Dr. Syukur Mahmud, S.E., M.B.A., mengungkapkan bahwa universitas sedang mengembangkan roadmap untuk meningkatkan engagement dengan universitas-universitas terkemuka dunia. “Kami menargetkan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan semacam ini minimal sekali setiap semester. Kami juga sedang mempersiapkan program visiting professor untuk semester depan, dimana kami akan mengundang beberapa profesor dari universitas partner untuk mengajar langsung kepada mahasiswa kami selama satu bulan,” jelas Dr. Syukur.
Penutup
Penyelenggaraan serangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum pada 7 April 2026 oleh Universitas Mandala Waluya di Portal Utama kampus Kendari menandai komitmen kuat institusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan wawasan global mahasiswa. Dengan menghadirkan para pembicara terkemuka dari berbagai negara, universitas tidak hanya memberikan pengetahuan tambahan kepada mahasiswa, tetapi juga membuka perspektif baru tentang peluang karir dan kolaborasi internasional.
Respons positif dari mahasiswa, dosen, dan berbagai stakeholder akademik menunjukkan bahwa inisiatif ini sangat relevan dan dibutuhkan dalam konteks pendidikan tinggi Indonesia saat ini. Ke depannya, diharapkan Universitas Mandala Waluya akan terus mengembangkan program-program serupa, tidak hanya sebagai pemenuhi komitmen akademik, tetapi juga sebagai bagian dari misi menciptakan generasi pemimpin global yang berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan dunia.
Momentum ini juga menjadi pengingat bagi institusi pendidikan tinggi lainnya tentang pentingnya membuka diri terhadap kolaborasi internasional dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dari praktisi terbaik di bidangnya, di mana pun mereka berada. Dengan demikian, Universitas Mandala Waluya telah menetapkan standar baru dalam penyelenggaraan kegiatan akademik berkualitas tinggi di kawasan Indonesia Timur.